ABOUT US

Our departement is committed to producing the qualified graduates.

OUR TEAM

The awesome Lecturer behind our Departement ... and their life motto.

  • Maya Sari, M.Si

    Head Of Departement Tadris Kimia

    Life Is Never Flat.

  • Kuntum Khaira, M.Si

    Anorganic Chemistry Lecturer

    Intanshurullaaha yanshurlakum.

  • Dr. Elvy Rahmi, M.Si

    Organic Chemistry Lecturer

    work as if you live forever, worship as if you are going to'will die tomorrow.

  • Almh. Dr. (Cand). Dewi Sasmita, M.Si

    Physical Chemistry Lecurer

    Faith, Knowledge, Charity.

  • Mimi Herman, M.Pd

    Education Chemistry Lecturer

    The Mercy Of Allah.

  • Dwivelia Aftika Sari, M.Pd

    Education Chemistry Lecturer

    Libatkan Allah dalam setiap langkahmu.

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR

WE HAVE ....

facilities and infrastructure to support and to improve our Departement.

4

QUALIFIED BUILDINGS

18

QUALIFIED GRADUATES

80

STUDENTS

25

ACHIEVEMENTS

7

CHEMISTRY LABORATORIES

2

EDUCATION LABORATORIES

2

IT LABORATORIES

3

SPORTS FIELD

STRATEGY & CREATIVITY

We have reliable strategies and high creativity to achieve each goal.

PORTFOLIO

We pride ourselves on bringing a fresh news about our latest information and activities.

  • Selamat Jalan,, Dosen kami,,, Ibu Dr(Cand). Dewi Sasmita, M.Si


     

    Batusangkar.- Selasa, 23 Maret 2021 adalah hari berduka bagi Jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar. Pada hari tersebut, berpulang ke Rahmatullah salah seorang Dosen Jurusan Tadris Kimia yaitu ibu Dr(Cand). Dewi Sasmita, M.Si. Beliau berpulang dalam usia 39 tahun setelah berjuang keras melawan kanker Payudara stadium 3 yang kembali kambuh sejak akhir tahun 2020. Dua hari sebelumnya, beliau sempat dirawat di Rumah Sakit M. Djamil Padang untuk melaksanakan operasi masektomi. Namun, sebelum operasi tersebut terlaksana kondisi beliau sempat drop dan kritis karena kekurangan Hb dan ba’da Ashar hari tersebut Ibu Dewi Sasmita menghembuskan nafas terakhir beliau.

    Ibu Dewi Sasmita dikenal sebagai sosok yang baik, ramah, santun, suka menolong, pribadi yang hangat dan sangat menyayangi keluarga. Beliau bergabung menjadi CPNS di IAIN Batusangkar (waktu itu STAIN) pada bulan Januari 2011 dengan mata kuliah fungsional Kimia Fisika serta pangkat dan golongan terakhir Penata/III.c. Sejak tahun 2018 beliau melanjutkan studi jenjang Doktoral di Universitas Negeri Yogyakarta melalui beasiswa MORA pada Program Studi Ilmu Pendidikan. Pada tahun 2021 ini beliau telah menduduki semester 6 dan telah sukses melaksanakan proses Seminar Proposal Disertasi. Beliau digadangkan akan menjadi Doktor Pendidikan Pertama di Jurusan Tadris Kimia dan Doktor kedua dijurusan Kimia setelah Ibu Doktor Elvy Rahmi, M.Si.

    Beliau wafat dengan meninggalkan suami, dua orang putri (dengan usia 10 dan 4 tahun), kedua orangtua, kerabat dan keluarga besar IAIN Batusangkar khususnya Jurusan Tadris Kimia. Selamat jalan ibu, semoga syahid dan husnul khatimah. Diampuni segala kesalahan dan dosa, diterima segala amalan dan kebaikan, serta ditempatkan di syurga-Nya Allah SWT. Semoga semua ilmu yang bermanfaatmu menjadi amal yang tiada putus-putusnya. Aamiin. (mm)

  • Segera Jadi UIN, Tim Visitasi Kemenag RI Kunjungi IAIN Batusangkar



                             Keterangan Gambar : Kunjungan Tim Visitasi Kemenag RI Ke IAIN Batusangkar

    Batusangkar - Setelah dinyatakan lulus secara administrasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tranformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Batusangkar berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020, pada proses FGD Kementerian Agama RI pada bulan Februari 2021 yang lalu.

    Jum’at (26/3/21) Tim Visitasi Kementerian Agama Republik Indonesia kunjungi IAIN Batusangkar dalam Asesmen Lapangan Perubahan Bentuk IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, ini adalah proses dimana semua PTKIN yang akan melakukan tranformasi menjadi Universitas Islam Negeri.

    Hal ini disampaikan oleh Tim Visitasi kemenag RI, kepala Biro Hukum Kerjasama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Bapak Dr. Mudhofir, M.Si. Bapak H.M. Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed., Ph.D Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama Dir. PTKI. Ibu Lelis Tsuraya, M.Si dan lulu’atun Nasihah, S.Pd JFT Subdit Kelembagaan dan Kerjasama Dir. PTKI.





    “Tim visitasi kemenag RI mengatakan kegiatan visitasi ini adalah dalam bentuk kongkrit dan kesiapan IAIN Batusangkar Menjadi UIN, ini semua adalah proses yang harus kita lalui dalam mewujudkan dunia pandidikan yang handal, karna pendidikan dalah kemajuan kita, untuk Indonesia kedepan dan IAIN Batusangkar harus bersenergi dan melakukan komuniskasi cerdas kesemua Stakeholder, untuk mendukung alih status ini” ucap Mudhofir”

    Sementara itu H.M. Adib Abdushomad, IAIN Batusangkar yang sudah memenuhi PMA No. 20 Th 2020. Artinya IAIN Batusangkar segera kita ajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI (MenPAN-RB) dan harapan kita bersama dalam waktu dekat ini akan ada visitasi dari MenPAN-RB secepatnya.

    Dikarenakan SDM yang dimiliki IAIN Batusangkar sudah terpanuhi semuanya, yang penting sakali Akreditasi jurusan/prodi IAIN Batusangkar hari ini sudah memiliki 7 Akreditasi A, ini artinya sudah layak sekali untuk jadi UIN. “terang Adib Abdushomad”

    Sementara itu Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Si perubahan UIN Batusangkar adalah cita-cita kiat bersama warga kab. Tanah Datar, terkhusus warga IAIN Batusangkar, seiring dengan perkembangan serta kebutuhan yang begitu cepat sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri harus bisa mengatisipasi dan mengakomodir perubahan serta tuntutan masyarakat dengan tranformasi menjadi UIN Batusangkar.

    Kenapa Tranformasi IAIN Batusangkar menjadi UIN perlu dilakukan, yakni Aspek Filosofi keilmuan yang Integrasi dan Interkoneksi, aspek Pragmatis yaitu terjadinya perubahan, tentutan, dan kebutuhan masyarakat dan aspek Filosofi Kearifan Lokal, ini semua merupakan gambaran bangkitnya kembali simbol budaya Minangkabau yakni “Surau” karena Surau peran fungsi sebagi media pendidikan yang mengakomodir keragaman keilmuan dan keterampilan nantinya dan kita wujudkan UIN Batusangkar menjadi  “UIN Batusangkar, Kampus Sian Islam Refleksi Surau Minangkabau” Pungkas marjoni.


    Dalam jamuan Tim Visitasi Kemenag RI, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan harapan besar agar alih status IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar segera terwujud, karena ini akan berpengaruh besar terhadap kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Tanah Datar, bahkan di Sumatera Barat, atas pemerintah Kab. Tanah Datar pendukung penuh perubahan IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, kita siap bersenergi dengan semua Stakeholder yang kita miliki dalam upaya manejadikan UIN Batusangkar.(dn/hm)



  • Sukses Gelar Wisuda Drive Thru, IAIN Batusangkar Siap Gelar Visitasi Alih Status


     Keterangan Gambar : prosesi pemindahan jambul dan penerimaan ijazah dengan mengunakan metode Wisuda Drive Thru dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19

    Batusangkar, Sebanyak 335 Wisudawan/Ti Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar lakukan prosesi pemindahan jambul dan penerimaan ijazah dengan mengunakan metode Wisuda Drive Thru dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang cukup ketat bagi wisudawan.

    Wisuda dengan metode Drive Thru yang kedua kalinya dilakukan di IAIN Batusangkar, mengigat untuk menjaga timbulnya klaster baru dalam masa pendemi covid-19, yang dipusatkan di lahan kampus II IAIN Batusangkar Rabu, 24 Maret 2021.


    Adapun secera terperinci peserta wisuda angkatan ke-49 tahun 2021 yakni 42 orang lulusan Program Pascasarjana (S.2), 137 lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, 23 Fakultas Syariah, 22 orang Fakultas Ushuluddin Adab dan Da’wah, dan 111 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam lulusan (S.1)

    Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Si mengatakan pelaksanaan seperti ini adalah pilihan terbaik untuk saat ini, dan semoga tidak mengurangi arti dari pelaksanaan wisuda yang bersejarah bagi anak-anak kita, ini bagian dari keseriusan kami mamahami kerinduan mahasiswa dan orang tua serta keluarga untuk bisa hadir namun dalam keadaan yang terbatas.


    “tahun ini merupakan tahun harapan bagi kita semua karena saat ini kita sedang berharap dan menunggu agar segera diresmikan perubahan status IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, segala persyaratan sudah terpenuhi termasuk presentasi dihadapan tim Kementerian Agama RI di Jakarta, dengan hal hasil IAIN Batusangkar sukses sebagai urutan pertama dari 3 IAIN di Indonesia yang dinyatakan lolos menjadi UIN”

    Lebih lanjut Rektor menambahkan pada hari jum’at dan sabtu tanggal 26 s.d 27 Maret 2021, kita akan didatangi tim dari pusat untuk visitasi alih status menjadi UIN, mohon do’a dari kita semuanya agar alih status menjadi UIN Batusangkar berjalan lancar, semoga bisa terwujud “Kampus Sains Islam Refleksi Surau Minangkabau” di Sumatera Barat Kabupaten Tanah Datar.

    Ketua panitia Dr. Irman. M.Pd mengatakan dari 335 diwisuda pada angkatan ke-49 tahun 2021 ini kita juga memberikan penghargaan reward kepada wisudawan lulusan terbaik sebanyak 6 orang dan 29 orang wisudawan dengan penelitian terbaik, berharap kepada wisudawan/i dapat menerapkan ilmu yang di dapat dari kampus sehingga dapat memberikan kontribusi pada masyarakat luas.


    Hadir dalam pelaksanaan wisuda semua anggota senat IAIN Batusangkar, dan juga dihadiri oleh Bupati tanah datar yang dalam hal ini diwakili oleh staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM dr. Ermon Revlin, forkopinda tanah datar, forkopinca lima kaum, Wali nagari limo kaum dan ketua alumni STAIN/IAIN Batusangkar Yasmansyah, S.Ag., M.Pd.(hm/dn)/mm

  • Dukungan Penuh Buat UIN Batusangkar Datang Dari Pemda Tanah Datar.

     

                        Keterangan Gambar : Kunjungan Rektor IAIN Batusangkar Ke Pemda Tanah Datar

    Batusangkar. Peran penting dalam memajukan dunia pendidikan tak luput dari keikutsertaan pemerintah daerah dalam mewujudkan bagaimana program pendidikan betul-betul diterapkan dan dijalankan sesuai harapan, hal ini terkemuka dalam kunjungan Rektor IAIN Batusangkar ke Pemda Tanah Datar, Senin (22/3/2021).

    Kunjungan silahturahmi Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc didampingi Wakil Rektor 1, 2 dan 3 disambuat langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, SH,.MH. serta turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Suhermen dan Kabag Humas dan Protokol Yusrizal.

    Rekor dan jajaran IAIN Batusangkar menyampaikan sebagian besar rencana dan cita-cita besar IAIN Batusangkar ke depan, terutama tentang alih status menjadi UIN Batusangkar yang Insya Allah akan dikunjungi tim Asesmen Lapangan dari Kementerian Agama RI pada 26 dan 27 Maret esok langsung ke kampus,”Ucap Marjoni.


    Lebih lanjut Marjoni menyampaikan salah satu Perguruan Tinggi Negeri Islam di Tanah Datar siap bekerjasama dan mendukung program pemerintah daerah. “Salah satu misi dari IAIN ingin Tanah Datar kembali menjadi pusat pendidikan agama Islam dan program ini hampir sejalan dengan visi dan misi Pemkab Tanah Datar ke depan, “tegas Marjoni”

    Wabup Tanah Datar Richi Aprian mengatakan keberadaan IAIN Batusangkar sebagai lembaga pendidikan perguruan tinggi sangat dirasakan manfaatnya, tidak sebatas pendidikan saja, namun bagi masyarakat sekitar manfaat ekonomi juga sangat dirasakan, tentu hal ini menjadi potensi yang bisa dimaksimalkan ke depannya.

    Apalagi, tambah Wabup, IAIN Batusangkar akan meningkatkan statusnya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) beberapa waktu ke depan tentunya menjadi kebanggaan bagi Tanah Datar Luhak Nan Tuo. “Keberhasilan IAIN meningkat status tentunya harus kami apresiasi dan dukung sepenuh hati karena menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.

    Richi tentunya berharap peningkatan status juga akan meningkatkan minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di sini nantinya. “Nanti diharapkan semakin banyak mahasiswa untuk berkuliah selepas menjadi UIN, apalagi Tanah Datar merupakan daerah yang letaknya di tengah di antara kabupaten kota lain sehingga akses semakin mudah. dan tentunya akan menjadikan Tanah Datar pusat pendidikan di Sumatera Barat,” katanya.


    Ke depan, ujar Wabup Richi lagi, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan pak Bupati Eka Putra dan saya selaku Wabup akan mendukung dan siap bersinergi dengan IAIN atau UIN Batusangkar ke depan. “Alhamdulillah, pertemuan ini tentu menjadi awal bagi kita untuk saling bersinergi dan menjalin kerjasama yang baik ke depan, terutama dalam meningkatkan kemajuan pendidikan di Tanah Datar,” tukasnya.(hm/dn)/mm


  • Bersiap Gelar Perkuliahan Tatap Muka, Bupati Tanah Datar Kunjungi IAIN Batusangkar


                                 Keterangan Gambar : Bupati Tanah Datar Kunjungi IAIN Batusangkar

    IAIN Batusangkar- Baru sembilan hari sejak dilantik, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dan Richi Aprian, bergerak cepat menuntaskan permasalahan yang dihadapi warga Tanah Datar.

    Tidak terkecuali perhatiannya pada bidang pendidikan, terutama di Perguruan Tinggi Negeri Islam yang satu-satunya berada dalam wilayah Kabupaten Tanah Datar yaitu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.


    Setelah satu tahun lamanya dunia dilanda wabah Covid-19, tidak terkecuali Indonesia, sehingga menghambat proses perkuliah di IAIN Batusangkar, hal ini yang di sampaikan Rektor IAIN Batusangkar diwakili Wakil Rektor I Dr. Ridwal Trisoni, didamping Wakil Rektor II, Kepala Biro, dan Kabag Umum dalam kunjungan Bupati Tanah Datar ke IAIN Batusangkar, Sabtu (6/3/2021)

    Dengan proses panjang yang sudah di lakukan oleh pihak IAIN Batusangkar, mulai dari persiapan sarana protokol covid-19 untuk menghadapi perkuliahan secara tatap muka/luring dengan aturan normal baru, dan juga mediasi dengan pihak-pihak terkait, seperti BPBD, dinas kesehatan, pendidikan dan di bawah komando ketua satgab Covid-19 Pemerintah Tanah Datar, “ucap Ridwal Trisoni.

    Dari permasalahan itulah Bupati tanah datar Eka Putra bergerak cepat untuk mengunjungi dan pastikan persiapan IAIN Batusangkar yang akan melakukan kuliah tatap muka/luring, di samping mendatangi kampus IAIN Batusangkar, juga bersilahturrahmi dengan Civitas Akademika IAIN Batusangkar, setelah dilantiknya Bupati tanah datar periode 2021-2024.

    Kita mendatangi dan juga memastikan semua prosedur protokol covid-19 yang diterapkan di IAIN Batusangkar yang akan dimulainya perkuliahan tatap muka, direncanakan minggu depan tanggal 08 maret 2021. Yakni seperti tempat cuci tangan, cek suhu tubuh dosen, karyawan dan mahasiswa, dan juga informasi-informasi yang menerapkan 3 M, “ucap bupati”



    Eka Putra juga mengajak seluruh keluarga besar IAIN batusangkar senantiasa disiplin mematuhi protokol kesehatan. “Mari tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M, jangan pernah remehkan,” sambung bupati.

    Lebih lanjut eka putra menyampaikan dengan akan di mulainya perkuliahan di IAIN Batusangkar, ini secara tidak langsung akan menumbuhkan perekomomian di wilayah tanah datar, khusunya di wilayah lima kaum, seperti kos-kosan, angkot, driver ojek, dan warung-warung UMKM yang sangat mengharapkan kehadiran mahasiswa IAIN Batusangkar, “harapnya.

    Sementara itu tempat terpisah Rektor IAIN batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc mengucapkan terimakasih Bapak Wakil Bupati Tanah Datar, Eka Putra dan Richi Aprian dan sejumlah perangkat pemerintah daerah tanah datar, untuk tindak lanjut yang cepat, tepat dan bijaksana, dalam memajukan pendidikan di tanah datar.

    Insya allah minggu depan (8 maret 2021) perkuliahan secara tatap muka/luring dengan aturan normal baru bisa kita laksanakan di IAIN Batusangkar.(hm/dn)/mm


  • UIN Yogyakarta Dukung Persiapan Akreditasi Internasional IAIN Batusangkar


                             Keterangan Gambar : Kunjungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ke IAIN Batusangkar

    IAIN Batusangkar Sumbar - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta rangkul Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar menuju Transformasi Akreditasi Nasional kearah Akreditasi Internasional dalam Kunjungan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SUNA beserta rombongan Ke IAIN Batusangkar, Rabu, 03/03-2021.

    IAIN Batusangkar sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan raihan Akreditasi Prodi/Jurusan A terbanyak dari Badang Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sudah patut untuk menyiapkan akreditasi unggul “Transformasi Akreditasi Internasional” ucap Ketua LPM, Dr. M. Fakhri Husein, S.E., M.Si UIN SUKA.


    Memilih IAIN Batusangkar dalam kunjungan kali ini, karena pengelolaan Prodi/Jurusan di IAIN Batusangkar sudah baik ditambah lagi, IAIN Batusangkar sudah memiliki 7 Akreditasi A Program Studi nya terakreditasi dari BAN-PT dan juga IAIN Batusangkar Sudah Memiliki 2 orang Tim Asesor BAN-PT, disampaikan Dr. M. Fakhri Husein dihadapan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Dr. Ridwal Trisoni, M.Pd, Dekan, Direktur, Wakil Dekan, Kepala Pusat, Ketua Lembaga, Ketua Jurusan dan Prodi.

    Dalam kunjungan UIN SUKA membawa 20 ketua prodi yang akan bisa berdiskusi dan saling berbagi dalam menghadipi Akreditasi Internasional, mengingat kita sama-sama satu payung di kementerian Agama, sehingga mampu memberikan terobosan baru dalam dunia pendidikandan juga mewujudkan program Merdeka Belajar/Era Kampus merdeka “tutup Fakhri”

    Dalam sambutannya Rektor yang di wakili oleh Wakil Rektor Ridwal Trisoni, mengucapkan terimah kasih telah mengunjungi IAIN Batusangkar dan juga merangkul menghadapi Akreditasi baik Nasional mapun akan kita sipakan di tinggkat Internasional.

    Dukungan yang selama ini diberikan oleh UIN SUKA kepada IAIN Batusangkar terutama dalam bidang Akreditasi, ini sangat membantu tim akreditasi kami menghadapi Asesoser BAN-PT, alhamdulillah IAIN Batusangkar bisa mendapatkan 7 Akreditasi A, dan 17 B dari 34 prodi/jurusan baik Starata 1 maupun strata 2 “tutup Ridwal”

    Sementara itu ketua LPM IAIN Batusangkar Dr. Ulya Atsani, M.Hum. mengatakan dengan kehadiran UIN SUKA bisa memotifasi kami di IAIN Batusangkar, mengingat IAIN Batusangkar sedang dalam tahap Transformasi menuju UIN Batusangkar.

    Lebih lanjut ulya atsani meyampaikan serangkaian kegiatan dalam kenjungan UIN SUKA ke IAIN Batusangkar sudah kita siapkan juga, adanya penandatangan MoA yakni Jurusan PAI, PBA, MPI, PGMI dan Matematika pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, sedangkan pada Fakultas Syariah yakni Jurusan Hukum Tata Negara (HTN) dan di Fakultas Ushuluddin Adab, dan Dakwah Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI).

    kolaborasi antara perguruan tinggi ini menentukan sikap perguruan tinggi terhadap lulusan dan kualitas yang dihasilkan, juga untuk membantu perguruan tinggi melakukan penjaminan mutu sebagai pertanggungjawaban terhadap public “tutup ulya”(dn/hm)/mm


  • Menuju Kampus Merdeka/Merdeka Belajar, IAIN Batusangkar dan IAIN Curup Jalin Kerja Sama


                                 Keterangan Gambar : Penandatangaan MoU IAIN Batusangkar Dengan IAIN Curup

    Batusangkar-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Provinsi Bengkulu Kunjungi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar Sumatera Barat, lakukan Memorandum of Understanding (MoU) dalam Memperkuat Bidang Publikasi dan Strategi Penulisan Artikel yang Terindeks Scopus.

    IAIN Curup Bengkulu dan IAIN Batusangkar Sumbar yang sama-sama dalam penambahan Program Studi (S2) dan persipan pengembangan Strata-3 (S3) di Pascasajana, hal ini disampaikan oleh kedua Rektor Perguruan Tinggi keagamaan Islam Negeri di bawah naungan Kementerian Agama, Senin, 01/03-2021.


    Hadir dalam kunjungan ke IAIN Batusangkar dalam rangka MoU, Rektor IAIN Curup Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag, M.Pd beserta rombongan 11 orang, dengan harapan bisa saling berbagi dalam pengembangan Publikasi dan artikel Ilmiah terindeks Scopus, dan juga Penelitian, Pengabdian dan seminar bersama, antara dosen karyawan dan mahasiswa,

    “Pada pertemuan tersebut, Rektor dan rombongan IAIN Curup terlihat antusias dalam menindak lanjuti kerjasama tersebut, terutama dua kegiatan International Conference yang bakal digelar di IAIN Batusangkar”

    Hal ini tentu tak lain pengembangan Tri Dharma Perguruang Tinggi antara IAIN Batusangkar dan IAIN Curup, sehingga mampu memberikan terobosan baru dalam dunia pendidikan, dan juga mewujudkan program Merdeka Belajar/Era Kampus merdeka sesuai arahan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, menuju Insan pembelajaran yang Merdeka, kreatif dan Berdaya Saing.

    “Setiap Institusi harus memperluas kerjasamanya di berbagai bidang terutama dalam penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerjasama ini bisa berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan hubungan antar dosen, karyawan maupun mahasiswa dari masing-masing Perguruan Tinggi dapat terjalin dengan baik” Sambut Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. yang di damping Wakil Rektor, I,II,III, Ka. Biro, Dekan dan Direktur Program Pascasarjana.

    Lebih lanjut Marjoni Imamor mengatakan hal ini tentu mendukung suatu institusi untuk mendapatkan Akreditasi yang unggul, memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, kolaborasi antara perguruan tinggi ini menentukan sikap publik terhadap kualitas yang dihasilkan, juga untuk membantu perguruan tinggi melakukan penjaminan mutu sebagai pertanggungjawaban publik dan ditambah lagi IAIN Batusangkar sedang dalam proses alih status ke UIN Batusangkar.

    Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama, Dr. Sirajul Munir, M.Pd. Mengatakan MoU ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang positif bagi kemajuan dunia pendidikan, dan juga meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap dan relevan sesuai dengan kebutuhan zaman, melalui program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka maka hard skill dan soft skill mahasiswa akan terbentuk dengan kuat, “tutup munir”(dn/hm)/mm


  • Bersama Baznas Sumbar, IAIN Batusangkar Komit Bantu Mahasiswa Kurang Mampu


     Keterangan Gambar : Penyerahan Cendra Mata Dari Rektor IAIN Batusangkar Kepada Ketua Baznas Sumbar

    IAIN Batusangkar - Berkomitmen meningkatkan pendidikan yang lebih maju di Sumatera Barat, Institu Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar gelar penandatanganan Nota kesepahaman atau Memorendum of Understanding (MoU) dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Barat, beberapa hari yang lalu.

    Dengan sama-sama berkomitmen tinggi dalam menekan angka kemiskinan di SUMBAR, terutama dalam bidang pendidikan sehingga tidak ada lagi yang terkendala pembiayaan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

    Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc mengatakan dengan MoU IAIN Batusangkar dengan BAZNAS SUMBAR, bisa memberikan dampak yang baik terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki segudang prestasi dibidang pendidikan yang terkendala dengan biaya pendidikan.

    Kerjasama dua lembaga ini diberi nama “Kerjasama Optimalisasi Pengelolaan Zakat Perguruan Tinggi untuk Sukses Kuliah Mahasiswa Keluarga Kurang Mampu”. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat pada perguruan tinggi, khususnya IAIN Batusangkar yang merupakan kewenangan BAZNAS SUMBAR untuk distribusikan dan diberdayakan bagikelancaran dan kesuksesan perkuliahan mahasiswa keluarga kurang mampu.”ucap marjoni”

    Lebih lanjut marjoni menyampaikan untuk memaksimalkan kerjasama ini ada perlu dukung penuh dari BAZNAS SUMBAR terhadap IAIN Batusangkar dalam memaksimalkan kerja yang mulia ini.

    Dari segi yang lain bisa bermitra dalam kegiatan sosialisasi, publikasi, seminar dan forum ilmiah lainnya, dan juga dalam kegiatan pengabdian masyarakat, tanggap bencana, peningkatan kesejahteraan keluarga miskin, magang dan pelatihan lainnya, yang terutama sekali pemberian bantuan biaya pendidikan keluarga kurang mampu.

    Penandatangan MoU antara IAIN Batusangkar dengan BAZNAS yang dihadiri langsung oleh ketua BAZNAS SUMBAR bapak Prof. Dr. Syamsul Bahri Khatib, disamping di hadiri Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama, Dr. Sirajul Munir, M.Pd mengatakan MoU Ini dapat memberikan keuntungan yang positif bagi kemajuan dunia pendidikan di SUMBAR.

    Kita berharap bantuan beasiswa dari BAZNAS SUMBAR bisa bermanfaat bagi mahasiswa IAIN batusangkar untuk menyelesaikan kuliah dengan baik dan menjadi ulama serta manusia berguna bagi bangsa dan negara. ”tutup munir”(dn/hm)/mm


  • Siapkan Kampus Mardeka, IAIN Batusangkar Rangkul UBH dan UMSB


                                     Keterangan Gambar : Arahan dari Rektor IAIN Batusangkar Dalam MoU

    IAIN Batusangkar, Memperkuat Karakter anak bangsa dan mempunyai wawasan keilmua yang menghuni dalam dunia pendidikan, dan memasuki Era Kampus Merdeka yang telah dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) semua instansi pendidikan berlomba-lomba menyongsong wacana tersebut agar tidak tertinggal.

    Dalam hal ini Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar terus rangkul beberapa Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dan juga perguruan tinggi di Sumatera Barat maupun di luar Provinsi Sumbar, dan juga dalam mewujudkan alih staus IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar.

    Kali ini IAIN Batusnagkar rangkul Universitas Bung Hatta (UBH) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dalam bidang kemahasiswaan, yang tertuang dalam perjanjian kerjasama Memorandum of Understanding (MoU).

    Rektor IAIN Batusnagkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc menyampaikan dalam MoU yang di selenggarakan di Rocky Plaza Hotel Padang beberapa hari yang lalu,  bahwa penguatan pendidikan yang berkarakter harus dimulai sejak dini, jika nilai-nilai integritas dan pembentukan kepribadian positif dilakukan sejak dini, mahasiswa akan memiliki karakter yang kuat, dan dapat mempengaruhi status institusi.

    Lebih lanjut marjoni mengatakan mari kita kawal pendidikan dan menjadi mahasiswa berada di garda terdepan, lebih-lebih Indonesia hari ini masih dilanda wabah Covid-19 ini jangan sampai melemahkan pendidikan kita khusus nya di Sumatera Barat, perlu kesadaran kolektif bersama dalam mencerdaskan anak bangsa, ujarnya.

    Dalam MoU IAIN Batusangkar dengan UMSB yang di hadiri langsung oleh Rektor Dr. Riki Saputra, M.A didampingi ketua lembaga kerjasama UMSB Ir. Surya Eka Priana, M.T., IPP. Sedangkakan dari UBH juga di hadiri oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Tafdil Husni, M.B.A.

    Sementara itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama, Dr. Sirajul Munir, M.Pd. Mengatakan MoU Ini diharapkan dapat memberikan keuntungan yang positif bagi kemajuan dunia pendidikan di SUMBAR, dan ini akan bisa memperluas Pengabdian dan Publikasi Ilmiah, berupa Join Seminar, kolaborasi penelitian, antara IAIN Batusangkar, UBH dan UMSB. Dalam mewujudkan IAIN Batusangkar yang Integratif dan Interkonektif dalam Keilmuan, Berkearifan Lokal, Bereputasi Global. (dn/hm)/mm


  • Sosialisasi penyelenggaraan konferensi internasional dan penerbitan prosiding terindeks scopus


     Batusangkar, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar dan Universitas Negeri Padang (UNP) terus berinovasi dan bersinergi dalam meningkatkan dalam menghadapi konferensi dan mutu tulisan agar bisa terindeks di Scopus, acara ini digelar pada hari Senin, 22/02/2021 di aula kampus I IAIN Batusangkar.

    Acara ini di kemas sebelum Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar menghadapi Internasional Conference On Education V (ICOE-V) yang akan di gelar perkiraan bulan September atau di bulan Oktober tahun 2021 mendatang.


    Acara yang diikuti oleh panitia konferensi serta calon penulis pada ICOE V tersebut dibuka oleh rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. dengan mengambil tema “Sosisalisasi Penyelenggaraan konferensi Internasional dan Penerbitan Prosiding Terindeks Scopus”
    Dalam sambutannya Marjoni Imamora menyarankan agar seluruh dosen IAIN Batusangkar selalu berpacu untuk menulis di jurnal. Khusus untuk calon guru besar atau profesor, wajib memiliki tulisan yang terindeks di Scopus. Sampai saat ini itulah syarat utama untuk menjadi guru besar” ujar Marjoni.
    Hadir sebagai pemateri Yohandri, M.Si., Ph.D. dosen UNP yang juga menjabat sebagai Kepala LPPM UNP dan telah berkali kali melaksanakan konferensi internasional yang prosiding nya terindeks di Scopus. Dalam makalah nya Conference Management System Yohandri menjabarkan seluk beluk konferensi internasional.
    “Conference hari ini sudah harus dilaksanakan secara digital dan sistematis sehingga tidak perlu banyak lagi panitia konferensi tersebut. Banyak penyedia Conference online yang bisa disewa dan terindex di Scopus” jelas Yohandri alumni S3 dari universitas ternama di Jepang.
    Dosen lebih disarankan untuk menulis di jurnal dari pada prosiding karena nilainya berbeda. Prosiding hanya memiliki 1 poin sedangkan artikel jurnal memiliki 7 poin untuk penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
    Sehubungan dengan penjelasan Yohandri tersebut sepertinya ICOE V yang akan digelar bulan Sep/Okt nanti harus di rebranding atau direpaging sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. “Ada beberapa penerbit internasional yang bisa mempublikasikan prosiding seperti IOP, IEEE, Elsevier, dll” tegas Yohandri. (hm/dn/tim)
  • TINGKATKAN MUTU SDM DOSEN, IAIN BATUSANGKAR GELAR FGD


     Keterangan Gambar : Hadirkan Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bapak Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. dan Bapak. Prof. Ganefri, Ph.D. Rektor Universitas Negeri Padang.

    Batusangkar, Upaya pengembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar terus dijalankan, terutama sumber daya dosen, sebagaimana diketahui dosen adalah salah satu faktor strategis dan doniman yang menentukan tingkat kebarhasilan mahasiswa di perguruan tinggi dalam proses tranformasi ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi.

    Hal ini di sampaikan Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc dalam Focus Group Discussion (FGD), dengan mengambil tema “Strategi Percepatan Karir Dosen Berdasarkan Aturan Jabatan Fungsional (Jafung).”

    Yang dihadiri seluruh dosen IAIN Batusangkar dengan sistem secara daring/online melalui zoom meeting dan juga langsung di auditorium kampus I IAIN Batusangkar, Kamis/18-02/21.



    Focus Group Discussion (FGDStrategi Percepatan Karir Dosen IAIN Batusangkar dengan menghadirkan Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bapak Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed. dan Bapak. Prof. Ganefri, Ph.D. Rektor Universitas Negeri Padang.

    Lebih lanjut Marjoni Imamora menyampaikan sekarang yang di miliki IAIN Batusangkar sebanyak 226 Dosen tetap, 1 guru besar, 28 lektor kepala, 88 lektor dan asisten ahli sebanyak 109 orang, dari data ini kita berupaya memacu pengembangan SDM dalam peningkatan kualitas dan kuantitas dosen di IAIN Batusangkar, serta peningkatan kesejahteraan berbasis penilain kinerja, dimana ini semua kita menargetkan kedepannya akan bisa melahirkan 15 orang guru besar (Profesor) dan lektor kepala sebanyak 75 orang sampai tahun 2024.


    Dengan kehadiran Direktur Sumber Daya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan juga Rektor Universitas Negeri Padang, momentum dan persiapan IAIN Batusangkar dalam program akselarasi percepatan guru besar, bisa terwujud cepat. Di samping itu upaya IAIN Batusangkar dalam perjuangan transformasi lembaga menjadi Universitas Negeri Islam, dimana harus adanya guru besar di perguruan tinggi, ini salah satu syarat dari alih status IAIN menuju UIN.


    Pada kesempatan yang sama Rektor IAIN Batusangkar mengatakan berupaya, terutama memperkokoh Integrasi ilmu agama dan ilmu umum, sebagai kampus Saian Islam yang bereputasi Global tampa meninggalkan Nilai-nilai Kearifan lokal yang kita sebut dengan UIN Refleksi Surau di masa kini.

    Melalui FGD ini kami atas nama keluarga besar IAIN Batusangkar mengucapkan terimah kasih kepada bapak Prof. Ganefri, Ph.D. selakuk Rektor Universitas Negeri Padang, yang telah mendukung proses alih status IAIN Batusnagkar, dengan Support 5 orang guru besar (Profesor), mudah-mudahan kerjasama yang telah terjalin ini dapat terus kita tingkatkan untuk masa yang akan datang,”tutup rektor”(dn/hm) 

  • Feedback Alih Status UIN Batusangkar


     

    • Mahasiswa Berprestasi
    • Mahasiswa Jurusan Tadris Kimia
    • Anggota UKM Riset dan Karya Tulis IAIN Batusangkar

    Prestasi membanggakan yang telah diraih IAIN Batusangkar. Peringkat satu dari tiga IAIN yang dinyatakan lolos menjadi UIN. Proposal alih status IAIN menjadi UIN diikuti oleh 9 IAIN lainnya, yang kemudian hanya 3 IAIN yang dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020. Untuk memenuhi target peralihan IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar, ada beberapa perjuangan yang harus dilewati yaitu visitasi lapangan oleh tim asesor.

    IAIN Batusangkar berada di kabupaten Tanah Datar. Luhak Nan Tuo julukan untuk kabupaten Tanah Datar dengan beberapa ciri khas yang terkenal adalah sejarah, budaya, objek wisata, dan kulinernya. IAIN Batusangkar berjuang mengalihkan namanya menjadi UIN. Hal ini sangat didukung oleh pemerintah daerah Tanah Datar yang sangat bersinergik. Dalam mewujudkan perjuangan IAIN Batusangkar, pemerintah daerah Tanah Datar membuat jalinan kerja sama (MoU) dengan IAIN Batusangkar.


    Tentunya kerja sama ini akan membawa keuntungan kedua belah pihak. Pemerintah daerah Tanah Datar memiliki tekad untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya itu saja, pemerintah daerah Tanah Datar juga memiliki visi dan misi besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya. Tekadnya terus diupayakan berbagai usaha dengan membenahi infrastruktur pendukung objek yang diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah. Sementara tekad IAIN Batusangkar adalah menjadi UIN Batusangkar yang diyakini mampu mendatangkan mahasiswa dari nusantara bahkan dari luar negeri. Kedua tekad ini dituang dalam MoU yang ditanda tangani.

    IAIN Batusangkar menjadi perhatian yang sangat penting untuk merencanakan pembangunan di bidang pendidikan. Mengingat tekad kabupaten Tanah Datar amat serius dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerahnya, tentunya daerah tersebut membutuhkan Perguruan Tinggi yang mampu bersaing secara global. Daya saing ini nantinya akan melibatkan berbagai sektor dan kemajuan yang sangat diharapkan. Pergururan tinggi yang sudah berumur 66 tahun ini memiliki andil untuk menciptakan daya saing global di berbagai sektor. Salah satu upaya untuk bersaing global adalah menciptakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang ideal.


    Tanah datar memiliki sejarah keislaman yang elok sehingga terciptanya sebuah perguruan Tinggi di Batusangkar. Adanya kerajaan Pagaruyung yang berakhir dengan corak Islam oleh Sultan Alif, tidak bisa dipungkiri bahwa Tanah Datar dulunya sebagai salah satu tempat penyebaran Islam. Dibawah pimpinan sultan Alif, terbentuk sebuah sistem “Tigo Tungku Sajarangan” yang merupakan perpaduan antara kesultanan (Pemerintah), Cadiak Pandai (Kalangan Cendikia) dan Alim Ulama (Ulama). Sistem ini yang memperlihatkan adanya pengiriman ulama-ulama dari Pagaruyung ke daerah lainnya di nusantara.


    Sudah lebih setengah abad usia IAIN Batusangkar, tentu saja sudah menghadapi berbagai persoalan dari sejarah pembangunan Tanah Datar. Saat ini IAIN Batusangkar telah tiba masanya untuk mengalihkan namanya menjadi UIN Batusangkar. Dengan adanya pengalihan nama ini menjadi sebuah tolak ukur sejauh mana pendidikan menggiring pembangunan daerah Tanah Datar. Selain menjadi tolak ukur dalam pembangunan, pengalihan status ini juga menjadi penguatan budaya lokal daerah Tanah Datar. Beragam aset budaya yang sudah ratusan tahun, sudah semestinya masyarakat memperhatikan kearifan lokal agar tidak hilang ditelan masa dan tidak hilang karena persaingan global. Budaya yang berada di Tanah datar menjadi ciri tersendiri bagi IAIN yang akan alih status menjadi UIN dan tentunya dengan adanya alih status, IAIN yang sudah menjadi UIN akan semakin bangga memperkenalkan budaya yang ada di Tanah Datar.


    Dengan adanya alih status ini juga merupakan suatu kesempatan bagi Institut untuk dapat membuka Fakultas dan jurusan baru. IAIN Batusangkar memiliki 4 Fakultas dan 26 jurusan, sudah 7 jurusan yang memiliki Akreditasi A dan 15 jurusan yang sudah B. Dengan menjadi UIN, nantinya jurusan baru yang tentunya sangat dibutuhkan di daerah tersebut dapat dibuka.  Kini IAIN Batusangkar dalam mengalih nama sudah berada di keputusan menteri. “InsyaAllah proses ini akan dilanjutkan dengan visitasi lapangan oleh tim Asessor dengan mengunjungi IAIN Batusangkar dan 9 PTKI yang lain pada akhir Feb 2021 ini atau selambatnya awal maret 2021.” ucap bapak Dr. Marjoni Imamora, M.Sc selaku rektor IAIN Batusangkar. Beberapa langkah lagi menuju berakhir di keputusan Presiden.


    Sebagai seorang aktivis mahasiswa di jurusan sains, saya mengamati bahwa alih status IAIN Batusangkar menjadi UIN Batusangkar amat sangat layak. Selain memiliki SDM yang sangat unggul, IAIN Batusangkar juga memiliki kekhususan di sains Islam, kegiatan kemahasiswaan yang terarah dan sarana prasarana yang sangat memadai. Sumber:http://iainbatusangkar.ac.id/

  • ONLINE ADMINISTRATION SERVICE

    We help and serve all students to get all document easily and quickly in one day service system.

    CONTACT US

    For enquiries you can contact us in several different ways. Contact details are below.

    TADRIS KIMIA

    • Street :Sudirman No. 137, Kubu Rajo, Lima Kaum, Batusangkar
    • Person :Maya-Mimi
    • Phone :082219578452
    • Country :INDONESIA
    • Email :tkim@iainbatusangkar.ac.id

    For more information you can always contact us.

    Please enter your data and message.