Rabu, 26 April 2017

VISITING DOCTOR OLEH JURUSAN TADRIS KIMIA IAIN BATUSANGKAR

VISITING DOCTOR OLEH JURUSAN TADRIS KIMIA IAIN BATUSANGKAR


  

Pada Jum’at, 4 November 2016 diadakan Visiting Doctor perdana di Jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar. Adapun Prof. Dr. Elizar, M.Pd bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini. Jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar merupakan jurusan termuda di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar sehingga hanya ada satu angkatan dalam jurusan ini. Visiting Doctor Jurusan Tadris Kimia ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa jurusan Tadris Kimia tetapi juga diikuti oleh mahasiswa Jurusan Tadris Fisika dan Tadris Biologi. Sebagai Jurusan pendidikan maka diambil tema “ Inovasi Metode Pembelajaran Kimia di sekolah”. Dalam kegiatan tersebut Prof. Elizar menerangkan bahwa dibutuhkan inovasi dalam media dan strategi pembelajaran kimia di sekolah. Hal ini dilakukan agar dapat membangkitkan motivasi belajar siswa sehingga ilmu kimia dapat secara optimal diserap oleh siswa. Visiting Doctor ini dilakukan tidak hanya sebagai ageda kegiatan ilmiah rutin Jurusan, tetapi diharapkan sekaligus mampu menjadi ajang sosialisasi keberadaan Jurusan Tadris (Pendidikan) Kimia di IAIN Batusangkar. Dengan demikian, peminat calon mahasiswa jurusan Tadris Kimia dapat meningkat setiap tahunnya.
Simulasi UN Kimia 2017

Simulasi UN Kimia 2017

Mahasiswa Jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar mengadakan Simulasi UN Kimia 2017

Mahasiswa jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar melaksanakan kegiatan simulasi Ujian Nasional Kimia di SMAN 2 Lintau, kabupaten Tanah datar, 8 Maret 2017. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi jurusan tadris kimia IAIN Batusangkar ke tengah masyarakat sebagai jurusan termuda di IAIN Batusangkar saat ini.
“Simulasi UN Kimia 2017 merupakan kegiatan perdana mahasiswa jurusan tadris kimia yang dilakukan oleh angkatan pertama mahasiswa jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar” papar ketua panitia Rinal, Rabu (8/3).Rinal juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertama para siswa dalam mengukur pengetahuan mereka pada mata pelajaran kimia, selain itu juga dapat dijadikan sebagai alat evaluasi untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Ujian Nasional  yang akan dilaksanakan pada pertengahan April nantinya.

Kegiatan simulasi kimia ini hanya dilakukan pada satu sekolah saja selama 1 hari dengan melibatkan seluruh siswa lokal IPA di SMAN 2 Lintau. Kegiatan ini direncanakan akan tetap dilakukan secara continue setiap tahun menjelang pelaksanaan UN dan penerimaan Mahasiswa Baru di IAIN Batusangkar. Melalu kegiatan simulasi UN Kimia ini diharapkan anemo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di jurusan Tadris Kimia IAIN Batusangkar dapat ditingkatkan. 
JURUSAN TADRIS KIMIA IAIN BATUSANGKAR MENGADAKAN KULIAH UMUM KEDUA

JURUSAN TADRIS KIMIA IAIN BATUSANGKAR MENGADAKAN KULIAH UMUM KEDUA





Jurusan Tadris Kimia IAIN batusangkar mengadakan Kuliah Umum kedua yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 25 April 2017. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Jurusan Tadris Kimia, Tadris Biologi dan Tadris Fisika. Pada kuliah umum kedua ini, Jurusan Tadris Kimia mendatangkan Narasumber Prof. Dr. Rahmiana Zein, Phd. Beliau merupakan dosen kimia Universitas Andalas sekaligus penemu kromatografi tercepat didunia. Adapun tema dari kuliah umum ini adalah AKTUALISASI KEISLAMAN MELALUI KIMIA LINGKUNGAN. Prof. Rahmiana Zein dalam kuliah umum tersebut mengemukakan bahwa islam telah mengajarkan umatnya untuk selalu hidup bersih seperti yang tertuang dalam surat Al Baqarah; 22 :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan suci”

Prof. Rahmiana Zein juga mengatakan bahwa pentingnya menjaga lingkungan menjadi salah satu bentuk upaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kimia lingkungan akan diperoleh langkah-langkah strategis untuk tetap menjaga mutu fungsi lingkungan itu sendiri. Sebagai penutup, Prof Rahmiana Zein menerangan bahwa seharusnya tidak ada pemisah antara ilmu islam dengan kimia lingkunga karena semestinya ilmu kimia akan menyelamatkan lingkungan sebagai bentuk aktualisasi keislaman yang sesungguhnya.